Setelahanda melihat video tersebut Pengasihan surat ar rahman Cirebon, kita akan berikan paparan juga mengenai fadhilah ilmu asihan. Diantara fadhilahnya adalah Meningkatkan Daya Tarik, Mudah Mendapatkan Kasih Sayang Seseorang , Membuka aura dalam diri anda, dsbg. Ataupaling lama anda amalkan selama 40 hari maka akan terlihat tanda tanda datangnya jodoh yang tepat untuk Anda. Jodoh idaman yang selama ini anda inginkan dan dambakan. Khasiat Keampuhan Surat Ar Rahman untuk Jodoh Membantu meningkatkan energi atau aura positif dalam diri anda Memancarkan dan menguatkan aura jodoh dalam diri anda SuratQur'an yang bisa anda bacakan adalah apa saja sesuai dengan kemampuan, namun akan jauh lebih baik jika anda mampu membaca surat Ar Rahman, kemudian dilanjut Al Waqiah. Setelah waktu subuh, bagi anda kaum pria bersegeralah ke mesjid untuk melakukan sholat subuh berjamaah, dan selama berjalan menuju dan kembali dari mesjid, silahkan baca pengasihansurat ar rahman Archives - Skip to content 081126 805 57masterrizha@ Spiritual Menu Sarana Spiritual Ijazah Ilmu Spiritual Batu Akik Profil Cara Pemaharan Kontak dan Alamat Blog Pelarisan Kerezekian & Kekayaan Doa & Amalan Hikmah Ilmu Supranatural Benda Bertuah Pelet Pengasihan Mahabbah Ilmu Khodam Santet Primbon Jawa SuratAr Rahman sangat istimewa karena berbicara tentang rahmat Allah SWT. Surat Ar Rahman sangat istimewa karena berbicara tentang rahmat Allah SWT. REPUBLIKA.ID; REPUBLIKA TV; GERAI; IHRAM; REPJABAR; REPJOGJA; RETIZEN; BUKU REPUBLIKA; Friday, 22 Sya'ban 1443 / 25 March 2022. Menu. HOME IuvTSM. Apabila sudah memahami makna surat ar-Rahman, tidak lengkap rasanya tanpa mengetahui keutamaan membaca surat ar-Rahman juga. Apa keutamaan membaca surat ar-Rahman yang memiliki makna Allah Maha Pengasih kepada semua makhluknya? Ini penjelasan keutamaan membaca surat ar-Rahman yang lansir dari berbagai sumber 1. Mendapat Rida Allah SWT Manfaat membaca surat Ar-Rahman di waktu senggang akan membuat seseorang lebih diridai Allah SWT atas segala tindakannya. Begitu pun membuat Allah SWT semakin mencintai segala kelemahan hambanya. Jadi mulai sekarang jangan ragu untuk sekadar membacanya di waktu senggang. Lama kelamaan pasti akan menjadi kebiasaan dan bahkan membuatmu meluangkan waktu. Dalam tafsir Ats Tsaqolayn, Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridai nikmat yang dikaruniakan kepadanya.” 2. Syafaat di Hari Kiamat Untuk bisa merasakan manfaat membaca surat Ar-Rahman di waktu senggang, coba sesekali bangun di sepertiga malam. Waktu senggang yang sebenarnya dan membuatmu semakin dekat kepada Rabb sang pencipta. Manfaatnya pun tak main-main. Seorang hamba yang menyempatkan membacanya di malam hari atau sepertiga malam akan mendapat syafaat di hari kiamat. Bahkan Allah SWT akan membuatmu berjumpa dengannya di hari kiamat. Tentu saja dengan wujud manusia yang paling indah dan baunya paling harum sejagat raya. Rasulullah SAW bersabda “Pada saat itu Allah berfirman siapakah orang di dunia yang sering bangun malam dan tekun membacamu? Dia menjawab Ya Robbi, Fulan bin Fulan, lalu wajah mereka menjadi putih. Dan ia berkata kepada mereka berilah syafaat bagi orang-orang yang mencintai kalian. Kemudian ia memberi syafaat sampai yang terakhir dan tidak ada seorang pun yang tertinggal dari orang-orang yang berhak menerima syafaat mereka. Lalau ia berkata kepada mereka masuklah kalian ke surga, dan tinggallah di dalamnya sebagaimana yang kalian inginkan.” 3. Lebih Bersyukur Ada ayat yang diulang dan itu tentang rasa syukur yang dipertanyakan Allah SWT kepada hambanya. Melalui ayat fa bi ayyai ala i rabbikuma tukazziban. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dusta, kan? Niscaya akan membuat siapa saja yang membacanya mengingat betapa baik Allah SWT kepada setiap manusia. Rasa syukur yang besar akan tertanam sebagaimana manfaat membaca surat Ar-Rahman di waktu senggang. Membacanya dengan sepenuh hati, akan membuat pembacanya tak lagi mampu mengkufuri nikmat. Sebab kesadaran akan karunia hidup sebagai manusia yang merdeka akan muncul secara alami dalam jiwa pembacanya. 4. Selalu Ingat Allah SWT Selalu mengingat Allah SWT adalah bagian terpenting dalam menjalani setiap detik kehidupan. Untuk bisa selalu mengingat Allah SWT, cobalah menyempatkan diri membaca surat Ar-Rahman. Manfaat membaca surat Ar-Rahman di waktu senggang yang satu ini memang bikin ketagihan. Mulut, hati, dan pikiran senantiasa bisa tertuju pada-Nya saja, meski waktu senggang kerap menuntun ke arah yang lainnya. Segala pujian terucap ketika seorang hamba membaca surat Ar-Rahman. Mengingatkan pula pada kuasa Allah SWT yang teramat besar. Lalu tentang betapa pengasih dan pemurahnya Allah SWT pada setiap manusia. 5. Mencintai Ciptaan Allah SWT Wujud tunduk dan taatnya seorang hamba kepada Tuhannya tak hanya sebatas beribadah saja. Berupaya untuk selalu mencintai makhluk ciptaan Allah SWT juga harus tertanam dalam jiwa. Tentu saja makhluk-makhluk ini tak hanya hewan, tumbuhan, dan manusia. Segala makhluk yang nampak dan tak nampak juga harus diyakini dan dihargai keberadaannya. Senantiasa disayangi sebagaimana Allah SWT memberi segala nikmat pada hambanya. Untuk bisa menanamkan rasa cinta yang sebegitu dalam, bisa mencoba manfaat membaca surat Ar-Rahman di waktu senggang. Tak hanya mampu menyadarkan akal dan nalar, tetapi juga alam bawah sadar untuk semakin merasa dekat dengan Rabbnya. "Jabir berkata Nabi Muhammad keluar menemui para sahabatnya, lalu beliau membacakan kepada mereka surat Ar-Rahman dari awal hingga akhir surat, dan mereka semua terdiam. Beliau berkata, “Aku telah membacakannya kepada jin pada malam berkumpulnya mereka dan mereka meresponsnya dengan jawaban yang lebih baik dibandingkan kalian semua. Saat aku sampai pada ayat fabi ayyi aalaa’i Rabbikuma Tukadziban maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dusta, kan?, mereka berkata kami tidak mendustakan apa pun dari kenikmatan yang Engkau berikan, bagi-Mu segala Puji.” Tirmidzi 6. Mati Syahid Banyak orang tak menyadari manfaat membaca surat Ar-Rahman di waktu senggang. Padahal membacanya, selain dapat menenangkan juga dapat menyelamatkan. Membaca surat Ar-Rahman adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan seorang hamba kembali pada Rabbnya dalam keadaan sebaik-baiknya. Mati syahid bisa didapat bagi yang rajin membaca dan merenungi setiap maknanya. Dalam Tsawabul A’mal, dijelaskan bahwa Rasulullah pernah bersabda "Barang siapa membaca Ar-Rahman dan ketika membaca kalimat fabiayyi aala’i Robbikuma tukadzibaan, kemudian jika dia mengucapkan tidak ada satu pun nikmat-Mu dari Tuhanku yang aku dustakan, maka jika membacanya di malam hari kemudian mati, maka matinya seperti mati syahid, jika membacanya di siang hari kemudian ia mati, maka matinya seperti mati syahid.” HR. Imam Ja’far 7. Mahar Menikah Manfaat membaca surat Ar-Rahman bisa dipakai untuk mahar menikah. Mahar ini bisa diberikan dalam bentuk hafalannya. Terutama bagi yang tidak memiliki harta yang bisa diberikan ketika hendak menikah. Untuk bisa menghafalnya, sering-sering baca di waktu senggang. Sementara bagi yang belum dipertemukan dengan jodoh, membacanya bisa membuatmu semakin didekatkan dengannya. Tentu dengan doa-doa yang disampaikan dengan ketulusan. “Maka apabila kіta tіdak memіlіkі mahar berupa baju, cіncіn maupun laіn sebagaіnya, maka dapat dіlakukan dengan cara menghafal salah satu surat dalam Al Qur’an yaіtu surat ar rahman.” HR. Bukharі* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID YtQzD29PrtNzcruJB-22inRdf8JgtgzEu8Hgh3w1dUhj9ANKVp7CJA== 55. QS. Ar-Rahman Yang Maha Pemurah 78 ayat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلرَّحۡمٰنُۙ Ar Rahmaan 1. Allah Yang Maha Pengasih, عَلَّمَ الۡقُرۡاٰنَؕ 'Allamal Quran 2. Yang telah mengajarkan Al-Qur'an. خَلَقَ الۡاِنۡسَانَۙ Khalaqal insaan 3. Dia menciptakan manusia, عَلَّمَهُ الۡبَيَانَ 'Allamalhul bayaan 4. mengajarnya pandai berbicara. اَلشَّمۡسُ وَالۡقَمَرُ بِحُسۡبَانٍ Ashshamsu walqamaru bihusbaan 5. Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan, وَّالنَّجۡمُ وَالشَّجَرُ يَسۡجُدٰنِ Wannajmu washshajaru yasjudan 6. dan tumbuh-tumbuhan [atau bintang-bintang] dan pepohonan, keduanya tunduk kepada-Nya. وَالسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الۡمِيۡزَانَۙ Wassamaaa'a rafa'ahaa wa wada'al Miizan 7. Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan, اَلَّا تَطۡغَوۡا فِى الۡمِيۡزَانِ Allaa tatghaw fil miizaan 8. agar kamu jangan merusak keseimbangan itu, وَاَقِيۡمُوا الۡوَزۡنَ بِالۡقِسۡطِ وَلَا تُخۡسِرُوا الۡمِيۡزَانَ Wa aqiimul wazna bilqisti wa laa tukhsirul miizaan 9. dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu. وَالۡاَرۡضَ وَضَعَهَا لِلۡاَنَامِۙ Wal arda wada'ahaa lilanaame 10. Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk-Nya, فِيۡهَا فَاكِهَةٌ ۖ ۙ وَّالنَّخۡلُ ذَاتُ الۡاَكۡمَامِ‌ Fiihaa faakihatunw wan nakhlu zaatul akmaam 11. di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang, وَالۡحَبُّ ذُو الۡعَصۡفِ وَالرَّيۡحَانُ‌ۚ Walhabbu zul 'asfi war Raihaanu 12. dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan 13. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? خَلَقَ الۡاِنۡسَانَ مِنۡ صَلۡصَالٍ كَالۡفَخَّارِۙ Khalaqal insaana min salsaalin kalfakhkhaari 14. Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, وَخَلَقَ الۡجَآنَّ مِنۡ مَّارِجٍ مِّنۡ نَّارٍ‌ۚ Wa khalaqal jaaan mim maarijim min naar 15. dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap. فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan 16. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? رَبُّ الۡمَشۡرِقَيۡنِ وَ رَبُّ الۡمَغۡرِبَيۡنِ‌ۚ Rabbul mashriqayni wa Rabbul maghribayni 17. Tuhan yang memelihara dua timur dan Tuhan yang memelihara dua barat. فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan 18. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? مَرَجَ الۡبَحۡرَيۡنِ يَلۡتَقِيٰنِۙ Marajal bahrayni yalta qiyaani 19. Dia membiarkan dua laut mengalir yang kemudian keduanya bertemu, بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخٌ لَّا يَبۡغِيٰنِ‌ۚ‏ Bainahumaa barzakhul laa yabghiyaan 20. di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID evKhYNfelrPev2kPdTv_qLEXUIn3YMNsFJ-dJEBAUt-90ZggHBVhOA== اَلرَّحْمٰنُۙ Ar-raḥmānu. Allah Yang Maha Pengasih, عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ Allamal-qur'āna. telah mengajarkan Al-Qur’an. خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ Khalaqal-insāna. Dia menciptakan manusia. عَلَّمَهُ الْبَيَانَ Allamahul-bayāna. Dia mengajarinya pandai menjelaskan. اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ Asy-syamsu wal-qamaru biḥusbānin. Matahari dan bulan beredar sesuai dengan perhitungan. وَّالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ Wan-najmu wasy-syajaru yasjudāni. Tetumbuhan dan pepohonan tunduk kepada-Nya. وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ Was-samā'a rafaahā wa waḍaal-mīzāna. Langit telah Dia tinggikan dan Dia telah menciptakan timbangan keadilan dan keseimbangan اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ Allā taṭgau fil-mīzāni. agar kamu tidak melampaui batas dalam timbangan itu. وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ Wa aqīmul-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirul-mīzāna. Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu. وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ Wal-arḍa waḍaahā lil-anāmi. Bumi telah Dia bentangkan untuk makhluk-Nya. فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِۖ Fīhā fākihatuw wan-nakhlu żātul-akmāmi. Padanya terdapat buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang, وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُۚ Wal-ḥabbu żul-aṣfi war-raiḥānu. biji-bijian yang berkulit, dan bunga-bunga yang harum baunya. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ Khalaqal-insāna min ṣalṣālin kal-fakhkhāri. Dia telah menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar. وَخَلَقَ الْجَاۤنَّ مِنْ مَّارِجٍ مِّنْ نَّارٍۚ Wa khalaqal-jānna mim mārijim min nārin. Dia juga telah menciptakan jin dari nyala api tanpa asap. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِۚ Rabbul-masyriqaini wa rabbul-magribaini. Dialah Tuhan kedua tempat terbit matahari pada musim panas dan musim dingin dan Tuhan kedua tempat terbenam matahari pada kedua musim itu. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِۙ Marajal-baḥraini yaltaqiyāni. Dia membiarkan dua laut tawar dan asin bertemu. بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِۚ Bainahumā barzakhul lā yabgiyāni. Di antara keduanya ada pembatas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُۚ Yakhruju minhumal-lu'lu'u wal-marjānu. Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَاٰتُ فِى الْبَحْرِ كَالْاَعْلَامِۚ Wa lahul-jawāril-munsya'ātu fil-baḥri kal-alāmi. Milik-Nyalah bahtera buatan manusia yang berlayar di laut laksana gunung-gunung. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ࣖ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۖ Kullu man alaihā fānin. Semua yang ada di atasnya bumi itu akan binasa. وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ Wa yabqā wajhu rabbika żul-jalāli wal-ikrāmi. Akan tetapi, wajah zat Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ Yas'aluhū man fis-samāwāti wal-arḍi, kulla yaumin huwa fī sya'nin. Siapa yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap hari Dia menangani urusan. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? سَنَفْرُغُ لَكُمْ اَيُّهَ الثَّقَلٰنِۚ Sanafrugu lakum ayyuhaṡ-ṡaqalāni. Kami akan mencurahkan perhatian kepadamu, wahai manusia dan jin. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ Yā masyaral-jinni wal-insi inistaṭatum an tanfużū min aqṭāris-samāwāti wal-arḍi fanfużū, lā tanfużūna illā bisulṭānin. Wahai segenap jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus melintasi penjuru langit dan bumi, tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya, kecuali dengan kekuatan dari Allah. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّنْ نَّارٍۙ وَّنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِۚ Yursalu alaikumā syuwāẓum min nārin, wa nuḥāsun falā tantaṣirāni. Kepadamu, wahai jin dan manusia, disemburkan nyala api dan ditumpahkan cairan tembaga panas sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? فَاِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِۚ Fa iżansyaqqatis-samā'u fa kānat wardatan kad-dihāni. Maka, apabila langit terbelah, lalu warnanya menjadi merah mawar seperti kilauan minyak, terjadilah kengerian yang hebat. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْـَٔلُ عَنْ ذَنْۢبِهٖٓ اِنْسٌ وَّلَا جَاۤنٌّۚ Fa yauma'iżil lā yus'alu an żambihī insuw wa lā jānnun. Maka, pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? يُعْرَفُ الْمُجْرِمُوْنَ بِسِيْمٰهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِيْ وَالْاَقْدَامِۚ Yuraful-mujrimūna bisīmāhum fa yu'khażu bin-nawāṣī wal-iqdāmi. Para pendosa dikenali dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُوْنَۘ Hāżihī jahannamul-latī yukażżibu bihal-mujrimūna. Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh para pendosa. يَطُوْفُوْنَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيْمٍ اٰنٍۚ Yaṭūfūna bainahā wa baina ḥamīmin ānin. Mereka bolak-balik di antaranya api neraka dan air mendidih yang sangat panas. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ࣖ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ جَنَّتٰنِۚ Wa liman khāfa maqāma rabbihī jannatāni. Bagi siapa yang takut pada keagungan Tuhannya disediakan dua surga. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? ذَوَاتَآ اَفْنَانٍۚ Żawātā afnānin. Kedua surga itu mempunyai pepohonan yang bercabang-cabang. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? فِيْهِمَا عَيْنٰنِ تَجْرِيٰنِۚ Fīhimā aināni tajriyāni. Di dalam kedua surga itu terdapat dua mata air yang memancar. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? فِيْهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجٰنِۚ Fīhimā min kulli fākihatin zaujāni. Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى فُرُشٍۢ بَطَاۤىِٕنُهَا مِنْ اِسْتَبْرَقٍۗ وَجَنَا الْجَنَّتَيْنِ دَانٍۚ Muttaki'īna alā furusyim baṭā'inuhā min istabraqin, wa janal-jannataini dānin. Mereka berbaring di atas permadani yang bagian dalamnya terbuat dari sutera tebal. Buah-buahan di kedua surga itu dapat dipetik dari dekat. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ Fīhinna qāṣirātuṭ-ṭarfi, lam yaṭmiṡhunna insun qablahum wa lā jānnun. Di dalamnya ada bidadari yang membatasi pandangan hanya untuk pasangannya yang tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak pula oleh jin. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? كَاَنَّهُنَّ الْيَاقُوْتُ وَالْمَرْجَانُۚ Ka'annahunnal-yāqūtu wal-marjānu. Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ Hal jazā'ul-iḥsāni illal-iḥsānu. Adakah balasan kebaikan selain kebaikan pula? فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? وَمِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتٰنِۚ Wa min dūnihimā jannatāni. Selain dari kedua surga itu ada dua surga lagi. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? مُدْهَاۤمَّتٰنِۚ Mudhāmmatāni. Kedua surga itu terlihat warnanya hijau tua. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? فِيْهِمَا عَيْنٰنِ نَضَّاخَتٰنِۚ Fīhimā aināni naḍḍākhatāni. Di dalam keduanya ada dua mata air yang memancar tanpa henti. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? فِيْهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌۚ Fīhimā fākihatuw wa nakhluw wa rummānun. Di dalam keduanya ada buah-buahan antara lain kurma dan delima. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَانٌۚ Fīhinna khairātun ḥisānun. Di dalamnya ada bidadari yang mulia akhlaknya lagi jelita. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? حُوْرٌ مَّقْصُوْرٰتٌ فِى الْخِيَامِۚ Ḥūrum maqṣūrātun fil-khiyāmi. Bidadari-bidadari yang dipingit dalam kemah-kemah. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ Lam yaṭmiṡhunna insun qablahum wa lā jānnun. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak pula oleh jin. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَّعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍۚ Muttaki'īna alā rafrafin khuḍriw wa abqariyyin ḥisānin. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah. فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibāni. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia? تَبٰرَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِى الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِ ࣖ Tabārakasmu rabbika żil-jalāli wal-ikrāmi. Mahaberkah nama Tuhanmu Pemilik keagungan dan kemuliaan.

pengasihan surat ar rahman